◌ᮧ
Rarangkén · Combining Mark

Rarangkén Panolong

o · U+1BA7 · sejajar aksara

Panolong ditempatkan di sebelah kanan aksara untuk mengubah vokal bawaan /a/ menjadi /o/. Misalnya ka (ᮊ) menjadi ko (ᮊᮧ).

Informasi Singkat

NamaPanolong
JenisRarangkén (combining mark)
Fungsio
PosisiSajajar
UnicodeU+1BA7
Kategori UnicodeMark (Mn/Mc)

Fungsi & Penggunaan

Mengubah vokal bawaan /a/ menjadi /o/. Rarangkén ini ditempatkan sejajar aksara.

Tanda gabung, bukan huruf
Rarangkén tidak berdiri sendiri. Ia harus menempel pada aksara ngalagena. Lingkaran bertitik (◌) di atas hanyalah placeholder untuk menampilkan bentuk tandanya.

Contoh Penerapan

Berikut Panolong diterapkan pada beberapa aksara ngalagena:

ᮊᮧ ko Ka + Panolong
ᮌᮧ go Ga + Panolong
ᮔᮧ no Na + Panolong
ᮞᮧ so Sa + Panolong
ᮙᮧ mo Ma + Panolong

Seluruh bentuk di atas dibangun dari aksara dasar ditambah tanda rarangkén — bukan karakter baru.

Unicode & Informasi Teknis

Rarangkén ini adalah combining mark dalam blok Sundanese (U+1B80–U+1BBF), ditambahkan pada Unicode 5.1 (2008).

PropertiNilai
Karakter
CodepointU+1BA7
Desimal7079
Heksadesimal0x1BA7
UTF-8 (hex)E1 AE A7
UTF-16 (hex)1BA7
HTML Entityᮧ
CSS Escape\1BA7
Blok UnicodeSundanese (U+1B80–U+1BBF)
Versi Unicode5.1 (2008)

Catatan Penulisan

Panolong ditempatkan di sebelah kanan aksara untuk mengubah vokal bawaan /a/ menjadi /o/. Misalnya ka (ᮊ) menjadi ko (ᮊᮧ).

Tentang bentuk tanda
Halaman ini mendokumentasikan bentuk cetak baku. Posisi dan ukuran tanda dapat sedikit berbeda antar font aksara Sunda.

Kesalahan Umum

Perbandingan dengan Karakter Serupa

KarakterBunyi / FungsiDibandingkanBunyi / Fungsi
Panolong ᮧMengubah vokal bawaan /a/ menjadi /o/.Panyuku ᮥMengubah vokal bawaan /a/ menjadi /u/.
Panolong ᮧMengubah vokal bawaan /a/ menjadi /o/.Panéléng ᮦMengubah vokal bawaan /a/ menjadi /e/ (é taling).

Dukungan Digital & Font

Karakter Rarangkén Panolong memakai Unicode standar (U+1BA7), sehingga dapat disalin ke dokumen, presentasi, dan media sosial tanpa berubah. Yang menentukan apakah ia tampil benar bukanlah peramban, melainkan ketersediaan font aksara Sunda di perangkat pembaca.

Windows / macOS / Linux

Tampil setelah font aksara Sunda dipasang (mis. Noto Sans Sundanese). Tanpa font, muncul kotak atau lingkaran bertitik.

Android

Sebagian besar versi modern mendukung setelah font terpasang; beberapa peranti belum menyertakannya secara bawaan.

Peramban Web

Chrome, Firefox, Safari, dan Edge menampilkan karakter ini dengan benar bila font tersedia, baik terpasang di sistem maupun dimuat sebagai web font.

Font Kompatibel

Noto Sans Sundanese (Google), serta font Sundanese Unicode lain yang mencakup blok U+1B80–U+1BBF.

Latar Sejarah

Aksara Sunda berakar pada aksara Pallawa dari India Selatan, yang menyebar ke Nusantara dan berkembang menjadi aksara Sunda Kuno sejak sekitar abad ke-14. Bentuk yang dipakai hari ini adalah Aksara Sunda Baku, hasil standardisasi yang disepakati Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada 1997 untuk keperluan pendidikan dan pelestarian.

Pada April 2008, aksara Sunda memperoleh blok resmi dalam Unicode (U+1B80–U+1BBF, versi 5.1), sehingga dapat dipakai secara digital di komputer, ponsel, dan web — termasuk di translator situs ini. Kini aksara Sunda diajarkan sebagai muatan lokal di sekolah-sekolah Jawa Barat.

Catatan: latar sejarah ini berlaku untuk sistem aksara secara keseluruhan, bukan riwayat masing-masing karakter secara terpisah.

Karakter Terkait

FAQ

Pertanyaan tentang Panolong

Panolong ditempatkan di sebelah kanan aksara untuk mengubah vokal bawaan /a/ menjadi /o/. Misalnya ka (ᮊ) menjadi ko (ᮊᮧ).

Mengubah vokal bawaan /a/ menjadi /o/.

Rarangkén Panolong ditempatkan sejajar aksara.

Kode Unicode-nya U+1BA7 (SUNDANESE VOWEL SIGN PANOLONG), sebuah combining mark dalam blok Sundanese.

Rarangkén adalah tanda gabung yang tidak berdiri sendiri. Lingkaran bertitik (◌) adalah placeholder standar Unicode; pada penggunaan nyata, tanda ini menempel pada aksara ngalagena.

Rujukan

Diperbarui: