Rarangkén Panolong
o · U+1BA7 · sejajar aksara
Panolong ditempatkan di sebelah kanan aksara untuk mengubah vokal bawaan /a/ menjadi /o/. Misalnya ka (ᮊ) menjadi ko (ᮊᮧ).
Informasi Singkat
Fungsi & Penggunaan
Mengubah vokal bawaan /a/ menjadi /o/. Rarangkén ini ditempatkan sejajar aksara.
Contoh Penerapan
Berikut Panolong diterapkan pada beberapa aksara ngalagena:
Seluruh bentuk di atas dibangun dari aksara dasar ditambah tanda rarangkén — bukan karakter baru.
Unicode & Informasi Teknis
Rarangkén ini adalah combining mark dalam blok Sundanese (U+1B80–U+1BBF), ditambahkan pada Unicode 5.1 (2008).
| Properti | Nilai | |
|---|---|---|
| Karakter | ᮧ | |
| Codepoint | U+1BA7 | |
| Desimal | 7079 | |
| Heksadesimal | 0x1BA7 | |
| UTF-8 (hex) | E1 AE A7 | |
| UTF-16 (hex) | 1BA7 | |
| HTML Entity | ᮧ | |
| CSS Escape | \1BA7 | |
| Blok Unicode | Sundanese (U+1B80–U+1BBF) | |
| Versi Unicode | 5.1 (2008) |
Catatan Penulisan
Panolong ditempatkan di sebelah kanan aksara untuk mengubah vokal bawaan /a/ menjadi /o/. Misalnya ka (ᮊ) menjadi ko (ᮊᮧ).
Kesalahan Umum
- Tertukar dengan Panyuku (ᮥ) karena bentuknya mirip.
- Salah menempatkan posisi tanda — Panolong seharusnya ditulis sejajar aksara dasar.
- Menuliskannya berdiri sendiri. Rarangkén selalu menempel pada aksara ngalagena, tidak pernah sendirian.
- Salah tombol saat mengetik, sehingga menghasilkan rarangkén lain yang bunyinya berbeda.
Perbandingan dengan Karakter Serupa
| Karakter | Bunyi / Fungsi | Dibandingkan | Bunyi / Fungsi |
|---|---|---|---|
| Panolong ᮧ | Mengubah vokal bawaan /a/ menjadi /o/. | Panyuku ᮥ | Mengubah vokal bawaan /a/ menjadi /u/. |
| Panolong ᮧ | Mengubah vokal bawaan /a/ menjadi /o/. | Panéléng ᮦ | Mengubah vokal bawaan /a/ menjadi /e/ (é taling). |
Dukungan Digital & Font
Karakter Rarangkén Panolong memakai Unicode standar (U+1BA7), sehingga dapat disalin ke dokumen, presentasi, dan media sosial tanpa berubah. Yang menentukan apakah ia tampil benar bukanlah peramban, melainkan ketersediaan font aksara Sunda di perangkat pembaca.
Tampil setelah font aksara Sunda dipasang (mis. Noto Sans Sundanese). Tanpa font, muncul kotak atau lingkaran bertitik.
Sebagian besar versi modern mendukung setelah font terpasang; beberapa peranti belum menyertakannya secara bawaan.
Chrome, Firefox, Safari, dan Edge menampilkan karakter ini dengan benar bila font tersedia, baik terpasang di sistem maupun dimuat sebagai web font.
Noto Sans Sundanese (Google), serta font Sundanese Unicode lain yang mencakup blok U+1B80–U+1BBF.
Latar Sejarah
Aksara Sunda berakar pada aksara Pallawa dari India Selatan, yang menyebar ke Nusantara dan berkembang menjadi aksara Sunda Kuno sejak sekitar abad ke-14. Bentuk yang dipakai hari ini adalah Aksara Sunda Baku, hasil standardisasi yang disepakati Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada 1997 untuk keperluan pendidikan dan pelestarian.
Pada April 2008, aksara Sunda memperoleh blok resmi dalam Unicode (U+1B80–U+1BBF, versi 5.1), sehingga dapat dipakai secara digital di komputer, ponsel, dan web — termasuk di translator situs ini. Kini aksara Sunda diajarkan sebagai muatan lokal di sekolah-sekolah Jawa Barat.
Catatan: latar sejarah ini berlaku untuk sistem aksara secara keseluruhan, bukan riwayat masing-masing karakter secara terpisah.
Karakter Terkait
Pertanyaan tentang Panolong
Panolong ditempatkan di sebelah kanan aksara untuk mengubah vokal bawaan /a/ menjadi /o/. Misalnya ka (ᮊ) menjadi ko (ᮊᮧ).
Mengubah vokal bawaan /a/ menjadi /o/.
Rarangkén Panolong ditempatkan sejajar aksara.
Kode Unicode-nya U+1BA7 (SUNDANESE VOWEL SIGN PANOLONG), sebuah combining mark dalam blok Sundanese.
Rarangkén adalah tanda gabung yang tidak berdiri sendiri. Lingkaran bertitik (◌) adalah placeholder standar Unicode; pada penggunaan nyata, tanda ini menempel pada aksara ngalagena.
Rujukan
- The Unicode Standard — blok Sundanese, U+1BA7 (SUNDANESE VOWEL SIGN PANOLONG), Unicode 5.1 (2008).
- Aksara Sunda Baku — 13 rarangkén resmi, ditetapkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat (1997).
Diperbarui: