Kembali ke Blog

Aksara Sunda A Sampai Z Lengkap dengan Pelafalannya

Pelajari aksara Sunda dari A sampai Z secara lengkap dalam satu halaman. Artikel ini menyajikan semua aksara dasar (ngalagena), aksara serapan, vokal mandiri (swara), dan sandangan (rarangkén), beserta cara pelafalan dan contoh penggunaannya. Cocok untuk pemula yang ingin belajar aksara Sunda dari nol.

Apa Itu Aksara Sunda?

Aksara Sunda adalah sistem tulisan tradisional masyarakat Sunda yang telah digunakan sejak abad ke-14. Sistem ini termasuk dalam keluarga aksara Brahmi melalui aksara Pallawa dan Kawi. Pada tahun 1997, pemerintah Jawa Barat meresmikan Aksara Sunda Baku sebagai standar penulisan modern aksara ini.

Aksara Sunda Baku terdiri dari 7 aksara swara (vokal), 18 aksara ngalagena dasar (konsonan), 5 aksara ngalagena untuk bunyi asing, dan 13 rarangkén (sandangan) — total sekitar 32-33 karakter dasar.

Mengapa Disebut "Kaganga"?

Aksara Sunda sering disebut aksara kaganga karena tiga huruf pertama dalam urutan tradisionalnya adalah Ka (ᮊ), Ga (ᮌ), dan Nga (ᮍ) — mirip seperti aksara Jawa disebut "hanacaraka" dari urutan ha-na-ca-ra-ka. Penamaan ini mengikuti tradisi aksara Brahmi yang mengelompokkan huruf berdasarkan tempat artikulasi: velar, palatal, retrofleks, dental, dan labial.

Aksara Sunda Lengkap A Sampai Z

Berikut adalah daftar aksara Sunda untuk setiap huruf Latin dari A sampai Z. Perlu dicatat bahwa aksara Sunda berbasis suku kata, jadi tidak semua huruf Latin memiliki padanan tunggal — beberapa hanya tampil ketika digabungkan dengan vokal atau sandangan.

A — ᮃ

Aksara swara untuk vokal "A". Digunakan ketika "A" berdiri sendiri di awal kata atau setelah pamaéh. Contoh: ᮃᮊᮥ = "aku".

B — ᮘ (Ba)

Aksara ngalagena "Ba". Secara default dibaca "ba". Untuk mendapatkan bunyi "b" mati, tambahkan pamaéh: ᮘ᮪. Contoh: ᮘᮒᮥ = "batu".

C — ᮎ (Ca)

Aksara ngalagena "Ca". Contoh: ᮎᮤᮔ᮪ᮒ = "cinta".

D — ᮓ (Da)

Aksara ngalagena "Da". Contoh: ᮓᮤ = "di".

E — ᮈ (E)

Aksara swara untuk vokal "E" pepet (bunyi seperti dalam kata "gede"). Bedakan dengan "É" panéléng. Sebagai sandangan, ditulis ᮨ.

É — ᮆ (É)

Aksara swara untuk vokal "É" taling (bunyi seperti dalam kata "soré"). Sebagai sandangan, ditulis ᮦ.

EU — ᮉ (Eu)

Aksara swara untuk vokal "Eu" — bunyi khas Sunda yang tidak ada dalam bahasa Indonesia umum. Contoh: ᮌᮩᮜᮤᮞ᮪ = "geulis" (cantik).

F — ᮖ (Fa)

Aksara ngalagena untuk bunyi asing "Fa". Digunakan untuk kata serapan seperti "foto", "fisik".

G — ᮌ (Ga)

Aksara ngalagena "Ga". Contoh: ᮌᮥᮛᮥ = "guru".

H — ᮠ (Ha)

Aksara ngalagena "Ha". Sebagai sandangan akhir untuk bunyi "h", gunakan pangwisad ◌ᮂ.

I — ᮄ (I)

Aksara swara "I". Sebagai sandangan, ditulis ᮤ (panghulu). Contoh: ᮄᮘᮥ = "ibu".

J — ᮏ (Ja)

Aksara ngalagena "Ja". Contoh: ᮏᮜᮔ᮪ = "jalan".

K — ᮊ (Ka)

Aksara ngalagena "Ka". Aksara paling sering muncul karena banyak kata Sunda mengandungnya. Contoh: ᮊᮥ = "ku".

KH — ᮮ (Kha)

Aksara ngalagena untuk bunyi asing "Kha". Digunakan untuk kata serapan seperti "khusus", "khas".

L — ᮜ (La)

Aksara ngalagena "La". Contoh: ᮜᮜᮊᮧᮔ᮪ = "lalakon".

M — ᮙ (Ma)

Aksara ngalagena "Ma". Contoh: ᮙᮒ = "mata".

N — ᮔ (Na)

Aksara ngalagena "Na". Contoh: ᮔᮙ = "nama".

NG — ᮍ (Nga)

Aksara ngalagena "Nga". Untuk bunyi "ng" di akhir suku kata, gunakan panyecek ◌ᮀ.

NY — ᮑ (Nya)

Aksara ngalagena "Nya". Contoh: ᮑᮤᮔ᮪ = "nyin".

O — ᮇ (O)

Aksara swara "O". Sebagai sandangan, ditulis ᮧ (panolong). Contoh: ᮇᮛᮀ = "orang".

P — ᮕ (Pa)

Aksara ngalagena "Pa". Contoh: ᮕᮕ = "papa".

Q — ᮬ (Qa)

Aksara ngalagena untuk bunyi asing "Qa". Jarang digunakan, mayoritas untuk kata serapan dari Arab.

R — ᮛ (Ra)

Aksara ngalagena "Ra". Untuk bunyi "r" di akhir suku kata, gunakan panglayar ◌ᮁ. Contoh: ᮛᮜ = "rala".

S — ᮞ (Sa)

Aksara ngalagena "Sa". Contoh: ᮞᮥᮔ᮪ᮓ = "Sunda".

SY — ᮯ (Sya)

Aksara ngalagena untuk bunyi asing "Sya". Digunakan untuk kata seperti "syarat", "syukur".

T — ᮒ (Ta)

Aksara ngalagena "Ta". Contoh: ᮒᮥᮊ = "tuk".

U — ᮅ (U)

Aksara swara "U". Sebagai sandangan, ditulis ᮥ (panyuku). Contoh: ᮅᮛᮀ = "urang".

V — ᮗ (Va)

Aksara ngalagena untuk bunyi asing "Va". Jarang dalam kata Sunda asli, digunakan untuk serapan.

W — ᮝ (Wa)

Aksara ngalagena "Wa". Contoh: ᮝᮊ᮪ᮒᮥ = "waktu".

X — kombinasi ᮊ᮪ᮞ atau ᮌ᮪ᮞ

Tidak ada aksara tunggal untuk "X". Biasanya ditulis sebagai kombinasi ks atau gs sesuai pelafalan.

Y — ᮚ (Ya)

Aksara ngalagena "Ya". Contoh: ᮚᮊᮤᮔ᮪ = "yakin".

Z — ᮐ (Za)

Aksara ngalagena untuk bunyi asing "Za". Digunakan untuk kata serapan seperti "zaman", "zat".

Cara Cepat Menghafal Aksara Sunda

Berikut tips menghafal aksara Sunda dengan efektif:

  1. Pelajari per kelompok: Hafalkan dulu 5 aksara ngalagena pertama (ka, ga, nga, ca, ja), lalu 5 berikutnya, dan seterusnya.
  2. Gunakan asosiasi visual: Misalnya, ᮊ (ka) mirip huruf K terbalik, ᮍ (nga) mirip wajah tersenyum.
  3. Praktik menulis nama: Coba tulis namamu sendiri dengan aksara Sunda — ini cara paling cepat untuk menghafalkan kombinasi sandangan.
  4. Gunakan translator: Coba translator kami untuk verifikasi cepat saat berlatih.
  5. Ulang setiap hari: 10 menit per hari selama 2 minggu lebih efektif daripada 2 jam sekali seminggu.

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

  • Lupa pamaéh: Konsonan di akhir kata (seperti "ng", "n", "h") perlu pamaéh atau sandangan khusus. Tanpa itu, akan dibaca dengan vokal /a/.
  • Bingung e, é, eu: Tiga jenis vokal "e" ini sering tertukar. Hafalkan: e (pepet) = gede, é (taling) = soré, eu (paneuleung) = geulis.
  • Salah sandangan: Sandangan diletakkan di posisi tertentu (atas, bawah, kiri, atau kanan) sesuai jenisnya.

Praktik Sekarang

Sudah membaca daftar lengkap aksara Sunda? Sekarang waktunya praktik! Gunakan translator otomatis kami untuk mengetik teks dalam Latin dan melihat langsung bentuk aksara Sundanya. Atau pelajari lebih dalam di halaman panduan lengkap.

Untuk pemahaman sejarahnya, baca artikel Sejarah Aksara Sunda.

Coba Translatornya Sekarang

Praktikkan apa yang baru kamu pelajari dengan translator aksara Sunda kami.

Buka Translator