Aksara Sunda A Sampai Z Lengkap dengan Pelafalannya

Belajar aksara Sunda paling enak dimulai dari yang paling kamu kenal: huruf A sampai Z. Halaman ini memetakan setiap huruf Latin ke padanan aksara Sundanya.

Yang perlu diingat sejak awal, aksara Sunda berbasis suku kata, bukan huruf lepas. Jadi sebagian huruf Latin baru muncul utuh ketika digabung dengan vokal atau sandangan.

Sekilas tentang Aksara Sunda

Aksara Sunda adalah tulisan tradisional masyarakat Sunda yang sudah dipakai sejak abad ke-14. Ia bagian dari keluarga aksara Brahmi lewat jalur Pallawa dan Kawi.

Pada 1997, pemerintah Jawa Barat membakukannya menjadi Aksara Sunda Baku. Sistem ini terdiri dari 7 aksara swara, 18 ngalagena dasar, 6 aksara serapan, dan 13 rarangkén.

Kenapa Disebut "Kaganga"?

Aksara Sunda dijuluki "kaganga" karena tiga aksara pertamanya adalah ka, ga, nga. Penamaan ini mengikuti tradisi Brahmi yang menyusun huruf berdasarkan tempat keluarnya bunyi.

ka ga nga
Tiga aksara pertama — ka, ga, nga — memberi nama "kaganga".

Pengelompokan ini bukan sekadar urutan acak. Tiap kelompok mewakili cara dan tempat bunyi dihasilkan, dari pangkal tenggorokan sampai bibir.

Aksara Sunda Lengkap A Sampai Z

Berikut padanan aksara Sunda untuk tiap huruf Latin. Karena sistemnya berbasis suku kata, aksara konsonan dibaca dengan vokal "a" bawaan kecuali diberi sandangan.

A — ᮃ

Aksara swara untuk vokal "A". Digunakan ketika "A" berdiri sendiri di awal kata atau setelah pamaéh. Contoh: ᮃᮊᮥ = "aku".

B — ᮘ (Ba)

Aksara ngalagena "Ba". Secara default dibaca "ba". Untuk mendapatkan bunyi "b" mati, tambahkan pamaéh: ᮘ᮪. Contoh: ᮘᮒᮥ = "batu".

C — ᮎ (Ca)

Aksara ngalagena "Ca". Contoh: ᮎᮤᮔ᮪ᮒ = "cinta".

D — ᮓ (Da)

Aksara ngalagena "Da". Contoh: ᮓᮤ = "di".

E — ᮈ (E)

Aksara swara untuk vokal "E" pepet (bunyi seperti dalam kata "gede"). Bedakan dengan "É" panéléng. Sebagai sandangan, ditulis ᮨ.

É — ᮆ (É)

Aksara swara untuk vokal "É" taling (bunyi seperti dalam kata "soré"). Sebagai sandangan, ditulis ᮦ.

EU — ᮉ (Eu)

Aksara swara untuk vokal "Eu", bunyi khas Sunda yang tidak ada di bahasa Indonesia umum. Saat "eu" mengikuti konsonan, dipakai paneuleung; lihat artikel paneuleung. Contoh: ᮌᮩᮜᮤᮞ᮪ (geulis).

F — ᮖ (Fa)

Aksara serapan untuk bunyi asing "Fa", dipakai pada kata seperti "foto" dan "fisik". Bunyi serapan lain dibahas di artikel aksara serapan.

G — ᮌ (Ga)

Aksara ngalagena "Ga". Contoh: ᮌᮥᮛᮥ = "guru".

H — ᮠ (Ha)

Aksara ngalagena "Ha". Sebagai sandangan akhir untuk bunyi "h", gunakan pangwisad ◌ᮂ.

I — ᮄ (I)

Aksara swara "I". Sebagai sandangan, ditulis ᮤ (panghulu). Contoh: ᮄᮘᮥ = "ibu".

J — ᮏ (Ja)

Aksara ngalagena "Ja". Contoh: ᮏᮜᮔ᮪ = "jalan".

K — ᮊ (Ka)

Aksara ngalagena "Ka". Aksara paling sering muncul karena banyak kata Sunda mengandungnya. Contoh: ᮊᮥ = "ku".

KH — ᮮ (Kha)

Aksara ngalagena untuk bunyi asing "Kha". Digunakan untuk kata serapan seperti "khusus", "khas".

L — ᮜ (La)

Aksara ngalagena "La". Contoh: ᮜᮜᮊᮧᮔ᮪ = "lalakon".

M — ᮙ (Ma)

Aksara ngalagena "Ma". Contoh: ᮙᮒ = "mata".

N — ᮔ (Na)

Aksara ngalagena "Na". Contoh: ᮔᮙ = "nama".

NG — ᮍ (Nga)

Aksara ngalagena "Nga". Untuk bunyi "ng" di akhir suku kata, gunakan panyecek ◌ᮀ.

NY — ᮑ (Nya)

Aksara ngalagena "Nya". Contoh: ᮑᮤᮔ᮪ = "nyin".

O — ᮇ (O)

Aksara swara "O". Sebagai sandangan, ditulis ᮧ (panolong). Contoh: ᮇᮛᮀ = "orang".

P — ᮕ (Pa)

Aksara ngalagena "Pa". Contoh: ᮕᮕ = "papa".

Q — ᮬ (Qa)

Aksara ngalagena untuk bunyi asing "Qa". Jarang digunakan, mayoritas untuk kata serapan dari Arab.

R — ᮛ (Ra)

Aksara ngalagena "Ra". Untuk bunyi "r" di akhir suku kata, gunakan panglayar ◌ᮁ. Contoh: ᮛᮜ = "rala".

S — ᮞ (Sa)

Aksara ngalagena "Sa". Contoh: ᮞᮥᮔ᮪ᮓ = "Sunda".

SY — ᮯ (Sya)

Aksara ngalagena untuk bunyi asing "Sya". Digunakan untuk kata seperti "syarat", "syukur".

T — ᮒ (Ta)

Aksara ngalagena "Ta". Contoh: ᮒᮥᮊ = "tuk".

U — ᮅ (U)

Aksara swara "U". Sebagai sandangan, ditulis ᮥ (panyuku). Contoh: ᮅᮛᮀ = "urang".

V — ᮗ (Va)

Aksara ngalagena untuk bunyi asing "Va". Jarang dalam kata Sunda asli, digunakan untuk serapan.

W — ᮝ (Wa)

Aksara ngalagena "Wa". Contoh: ᮝᮊ᮪ᮒᮥ = "waktu".

X — kombinasi ᮊ᮪ᮞ atau ᮌ᮪ᮞ

Tidak ada aksara tunggal untuk "X". Biasanya ditulis sebagai kombinasi ks atau gs sesuai pelafalan.

Y — ᮚ (Ya)

Aksara ngalagena "Ya". Contoh: ᮚᮊᮤᮔ᮪ = "yakin".

Z — ᮐ (Za)

Aksara serapan untuk bunyi "Za", dipakai pada kata seperti "zaman" dan "zat". Aksara za berasal dari ja; selengkapnya di aksara serapan Sunda.

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

Beberapa keliru sering muncul di awal belajar. Yang pertama, lupa pamaeh. Konsonan mati di akhir kata butuh pamaeh, kalau tidak akan terbaca dengan vokal "a".

Kedua, tertukar antara tiga bunyi "e": e pepet seperti "gede", e taling seperti "sore", dan eu seperti "geulis". Hafalkan contoh untuk masing-masing.

Ketiga, salah meletakkan sandangan. Tiap rarangken punya posisi tetap, ada yang di atas, bawah, kiri, atau kanan. Pelajari posisinya di panduan rarangken lengkap.

Praktik Sekarang

Setelah mengenal seluruh aksara, langkah terbaik adalah mencobanya. Ketik kata apa pun di converter aksara Sunda dan amati bentuk aksaranya.

Untuk menulis namamu sendiri, gunakan generator nama aksara Sunda. Kalau ingin gambaran terstruktur, mulai dari tulisan aksara Sunda untuk pemula.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah setiap huruf Latin punya padanan aksara Sunda?

Tidak semua. Aksara Sunda berbasis suku kata, jadi konsonan dibaca dengan vokal "a" bawaan. Huruf seperti X tidak punya aksara tunggal dan ditulis sebagai kombinasi sesuai bunyinya.

Kenapa aksara Sunda disebut kaganga?

Karena tiga aksara pertamanya adalah ka, ga, dan nga, mengikuti tradisi penyusunan aksara Brahmi berdasarkan tempat artikulasi bunyi.

Berapa jumlah aksara dasar Sunda?

Aksara Sunda Baku memiliki sekitar 32 karakter dasar: 7 aksara swara, 18 aksara ngalagena, dan 6 aksara serapan, ditambah 13 rarangken.

Bagaimana cara cepat menghafal aksara Sunda?

Pelajari per kelompok lima aksara, gunakan asosiasi visual, praktikkan dengan menulis nama sendiri, dan ulang sepuluh menit setiap hari secara konsisten.

Uji Kemampuan Aksara Sundamu

Coba kuis aksara Sunda dengan soal pilihan ganda. Cocok untuk latihan sebelum ulangan muatan lokal bahasa Sunda.

Mulai Kuis
Ditulis oleh

Aki Dadang Suryana

Pegiat dan pengajar aksara Sunda yang telah lebih dari 20 tahun menekuni naskah dan tata tulis Sunda. Aktif memperkenalkan Aksara Sunda Baku kepada pelajar dan masyarakat umum.