Daftar Aksara Sunda Baku
Pelajari semua karakter dalam aksara Sunda Baku — aksara swara, aksara ngalagena, sandangan, dan angka — beserta cara penulisan dan pelafalannya. Klik aksara untuk menyalin.
Aksara Swara (Vokal Mandiri)
Aksara swara atau disebut juga vokal mandiri adalah aksara yang digunakan untuk menulis vokal yang berdiri sendiri di awal kata atau setelah konsonan tanpa pamaéh. Dalam Aksara Sunda Baku, terdapat 7 aksara swara (vokal mandiri): a, i, u, é, o, e, dan eu.
Aksara swara berbeda dengan sandangan vokal — sandangan menempel pada aksara ngalagena untuk mengubah vokal bawaannya, sedangkan aksara swara (vokal mandiri) berdiri sendiri sebagai huruf vokal lepas.
Aksara Ngalagena (Konsonan)
Aksara ngalagena adalah aksara konsonan dasar. Setiap aksara secara bawaan dibaca dengan vokal /a/. Untuk mengubah vokalnya, tambahkan sandangan; untuk menghilangkannya, tambahkan pamaéh (◌᮪).
Aksara Ngalagena untuk Bunyi Asing
Untuk menulis kata serapan dari bahasa asing yang mengandung bunyi yang tidak ada di bahasa Sunda asli.
Rarangkén / Sandangan
Rarangkén (atau sandangan) adalah penanda yang melekat pada aksara ngalagena untuk mengubah pelafalannya. Tanpa rarangkén, aksara ngalagena dibaca dengan vokal bawaan /a/.
Angka Sunda
Sistem angka aksara Sunda. Saat diketik di antara teks, biasanya dibatasi dengan tanda pipa | untuk membedakan dari aksara biasa.
Aturan Penting
- Vokal bawaan: Setiap aksara ngalagena dibaca dengan vokal /a/ jika tidak ada sandangan. Contoh: ᮊ = "ka".
- Mengubah vokal: Tambahkan sandangan untuk mengubah vokal. Contoh: ᮊᮤ = "ki", ᮊᮥ = "ku".
- Konsonan mati: Gunakan pamaéh (◌᮪) untuk menghilangkan vokal bawaan. Contoh: ᮊ᮪ = "k".
- Tiga jenis 'e': Bedakan antara
e(pepet, seperti "gede"),é(taling, seperti "soré"), daneu(paneuleung, seperti "geulis"). - Angka: Saat menulis angka di tengah kalimat, batasi dengan tanda pipa
|agar tidak rancu dengan aksara.