◌ᮀ
Rarangkén · Combining Mark

Rarangkén Panyecek

-ng · U+1B80 · di atas aksara

Panyecek menambahkan bunyi /ng/ di akhir suku kata. Misalnya ka (ᮊ) menjadi kang (ᮊᮀ).

Informasi Singkat

NamaPanyecek
JenisRarangkén (combining mark)
Fungsi-ng
PosisiAtas
UnicodeU+1B80
Kategori UnicodeMark (Mn/Mc)

Fungsi & Penggunaan

Menambahkan konsonan penutup /ng/ pada suku kata. Rarangkén ini ditempatkan di atas aksara.

Tanda gabung, bukan huruf
Rarangkén tidak berdiri sendiri. Ia harus menempel pada aksara ngalagena. Lingkaran bertitik (◌) di atas hanyalah placeholder untuk menampilkan bentuk tandanya.

Contoh Penerapan

Berikut Panyecek diterapkan pada beberapa aksara ngalagena:

ᮊᮀ kka Ka + Panyecek
ᮌᮀ gga Ga + Panyecek
ᮔᮀ nna Na + Panyecek
ᮞᮀ ssa Sa + Panyecek
ᮙᮀ mma Ma + Panyecek

Seluruh bentuk di atas dibangun dari aksara dasar ditambah tanda rarangkén — bukan karakter baru.

Unicode & Informasi Teknis

Rarangkén ini adalah combining mark dalam blok Sundanese (U+1B80–U+1BBF), ditambahkan pada Unicode 5.1 (2008).

PropertiNilai
Karakter
CodepointU+1B80
Desimal7040
Heksadesimal0x1B80
UTF-8 (hex)E1 AE 80
UTF-16 (hex)1B80
HTML Entityᮀ
CSS Escape\1B80
Blok UnicodeSundanese (U+1B80–U+1BBF)
Versi Unicode5.1 (2008)

Catatan Penulisan

Panyecek menambahkan bunyi /ng/ di akhir suku kata. Misalnya ka (ᮊ) menjadi kang (ᮊᮀ).

Tentang bentuk tanda
Halaman ini mendokumentasikan bentuk cetak baku. Posisi dan ukuran tanda dapat sedikit berbeda antar font aksara Sunda.

Kesalahan Umum

Perbandingan dengan Karakter Serupa

KarakterBunyi / FungsiDibandingkanBunyi / Fungsi
Panyecek ᮀMenambahkan konsonan penutup /ng/ pada suku kata.Panglayar ᮁMenambahkan konsonan penutup /r/ pada suku kata.
Panyecek ᮀMenambahkan konsonan penutup /ng/ pada suku kata.Pangwisad ᮂMenambahkan konsonan penutup /h/ pada suku kata.

Dukungan Digital & Font

Karakter Rarangkén Panyecek memakai Unicode standar (U+1B80), sehingga dapat disalin ke dokumen, presentasi, dan media sosial tanpa berubah. Yang menentukan apakah ia tampil benar bukanlah peramban, melainkan ketersediaan font aksara Sunda di perangkat pembaca.

Windows / macOS / Linux

Tampil setelah font aksara Sunda dipasang (mis. Noto Sans Sundanese). Tanpa font, muncul kotak atau lingkaran bertitik.

Android

Sebagian besar versi modern mendukung setelah font terpasang; beberapa peranti belum menyertakannya secara bawaan.

Peramban Web

Chrome, Firefox, Safari, dan Edge menampilkan karakter ini dengan benar bila font tersedia, baik terpasang di sistem maupun dimuat sebagai web font.

Font Kompatibel

Noto Sans Sundanese (Google), serta font Sundanese Unicode lain yang mencakup blok U+1B80–U+1BBF.

Latar Sejarah

Aksara Sunda berakar pada aksara Pallawa dari India Selatan, yang menyebar ke Nusantara dan berkembang menjadi aksara Sunda Kuno sejak sekitar abad ke-14. Bentuk yang dipakai hari ini adalah Aksara Sunda Baku, hasil standardisasi yang disepakati Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada 1997 untuk keperluan pendidikan dan pelestarian.

Pada April 2008, aksara Sunda memperoleh blok resmi dalam Unicode (U+1B80–U+1BBF, versi 5.1), sehingga dapat dipakai secara digital di komputer, ponsel, dan web — termasuk di translator situs ini. Kini aksara Sunda diajarkan sebagai muatan lokal di sekolah-sekolah Jawa Barat.

Catatan: latar sejarah ini berlaku untuk sistem aksara secara keseluruhan, bukan riwayat masing-masing karakter secara terpisah.

Karakter Terkait

FAQ

Pertanyaan tentang Panyecek

Panyecek menambahkan bunyi /ng/ di akhir suku kata. Misalnya ka (ᮊ) menjadi kang (ᮊᮀ).

Menambahkan konsonan penutup /ng/ pada suku kata.

Rarangkén Panyecek ditempatkan di atas aksara.

Kode Unicode-nya U+1B80 (SUNDANESE SIGN PANYECEK), sebuah combining mark dalam blok Sundanese.

Rarangkén adalah tanda gabung yang tidak berdiri sendiri. Lingkaran bertitik (◌) adalah placeholder standar Unicode; pada penggunaan nyata, tanda ini menempel pada aksara ngalagena.

Rujukan

Diperbarui: