Aksara Swara Sunda: 7 Vokal Mandiri dan Kapan Memakainya

Ada satu aturan yang menjelaskan kapan aksara swara dipakai, dan begitu kamu paham aturan ini, sisanya tinggal menghafal bentuk.

Aturannya: aksara swara dipakai ketika sebuah vokal berdiri sendiri, tanpa konsonan di depannya. Nama seperti "Asep" atau "Udin" diawali vokal, maka huruf pertamanya memakai aksara swara.

Satu Aturan yang Perlu Diingat

Dalam aksara Sunda, vokal bisa ditulis dengan dua cara berbeda, tergantung posisinya. Ini sumber kebingungan terbesar bagi pemula.

Kalau vokal mengikuti konsonan, ia ditulis sebagai sandangan yang menempel. Kalau vokal berdiri sendiri di awal kata, ia ditulis sebagai aksara swara yang utuh.

Jadi "ki" memakai sandangan (konsonan ka + tanda i), sedangkan "i" pada "Indung" memakai aksara swara karena tidak ada konsonan di depannya.

Aksara Swara "i" berdiri sendiri Sandangan ᮊᮤ "i" menempel pada "ka"
Bunyi "i" yang sama ditulis berbeda: swara saat sendiri, sandangan saat menempel.

Tujuh Aksara Swara dan Bentuknya

Aksara Sunda Baku punya tujuh aksara swara. Masing-masing mewakili satu bunyi vokal. Berikut profil singkatnya.

Swara A (ᮃ)

Vokal "a" yang paling sering muncul. Contoh: ᮃᮊᮥ (aku), ᮃᮕ (apa).

Swara I (ᮄ)

Vokal "i" mandiri. Jangan tertukar dengan panghulu yang juga berbunyi "i" tapi menempel. Contoh: ᮄᮘᮥ (ibu).

Swara U (ᮅ)

Vokal "u" mandiri, padanan mandiri dari panyuku. Contoh: ᮅᮛᮀ (urang), ᮅᮏᮔ᮪ (ujan).

Swara É (ᮆ)

Vokal "é" taling, dibaca seperti pada "soré". Berbeda dengan "e" pepet. Contoh: ᮆᮙᮦᮞ᮪ (émés).

Swara O (ᮇ)

Vokal "o" mandiri, padanan mandiri dari panolong. Contoh: ᮇᮛᮚ᮪ (oray, ular).

Swara E (ᮈ)

Vokal "e" pepet, dibaca tertutup seperti pada "ember". Contoh: ᮈᮙᮨᮞ᮪ (emés).

Swara Eu (ᮉ)

Vokal "eu" khas Sunda, dipakai saat "eu" mengawali kata. Kalau "eu" mengikuti konsonan, gunakan paneuleung. Lihat artikel paneuleung untuk bedanya.

Tabel Ringkas Tujuh Swara

AksaraLatinPelafalan
aseperti "ada"
iseperti "ini"
useperti "udara"
étaling, seperti "soré"
oseperti "oma"
epepet, seperti "ember"
eukhas Sunda, "geulis"

Swara atau Sandangan? Cara Memutuskan

Setiap kali menulis vokal, tanyakan satu hal: ada konsonan di depannya atau tidak?

Kalau tidak ada konsonan, berarti vokal itu berdiri sendiri, maka pakai aksara swara. Ini terjadi di awal kata seperti "Asep", "Indah", atau "Oray".

Kalau ada konsonan di depan, vokalnya menempel, maka pakai sandangan. Ini terjadi di tengah kata, seperti "ki" pada "kaki" atau "tu" pada "batu".

KataHuruf awalPakai
AsepA (vokal)aksara swara ᮃ
IndungI (vokal)aksara swara ᮄ
KakiKa (konsonan)sandangan untuk i

Uji Pemahamanmu

Coba tulis lima kata berikut sebelum melihat jawaban: Indung, Asep, Oray, Euleum, Udara.

Jawaban: Indung ᮄᮔ᮪ᮓᮥᮀ, Asep ᮃᮞᮨᮕ᮪, Oray ᮇᮛᮚ᮪, Euleum ᮉᮜᮨᮙ᮪, Udara ᮅᮓᮛ.

Perhatikan semuanya diawali aksara swara karena huruf pertamanya vokal. Pola ini akan cepat melekat begitu kamu sering berlatih.

Praktik Langsung

Cara tercepat menguasai aksara swara adalah mencobanya. Ketik nama yang diawali vokal di alat translate aksara Sunda dan perhatikan aksara swara yang muncul di awal.

Untuk nama orang, generator nama aksara Sunda otomatis memilih swara atau sandangan sesuai posisinya. Dan untuk melihat seluruh aksara dasar, buka panduan lengkap.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa itu aksara swara?

Aksara swara adalah aksara vokal mandiri dalam aksara Sunda yang dipakai ketika vokal berdiri sendiri, terutama di awal kata. Ada tujuh aksara swara: a, i, u, é, o, e, dan eu.

Berapa jumlah aksara swara dalam aksara Sunda?

Ada tujuh aksara swara dalam Aksara Sunda Baku, mewakili bunyi a, i, u, é, o, e, dan eu.

Kapan memakai aksara swara, bukan sandangan?

Pakai aksara swara ketika vokal berdiri sendiri tanpa konsonan di depannya, biasanya di awal kata. Kalau vokal mengikuti konsonan, gunakan sandangan.

Apa beda aksara swara eu dan paneuleung?

Aksara swara eu (ᮉ) dipakai saat "eu" mengawali kata, sedangkan paneuleung dipakai saat "eu" mengikuti konsonan.

Uji Kemampuan Aksara Sundamu

Coba kuis aksara Sunda dengan soal pilihan ganda. Cocok untuk latihan sebelum ulangan muatan lokal bahasa Sunda.

Mulai Kuis
Ditulis oleh

Aki Dadang Suryana

Pegiat dan pengajar aksara Sunda yang telah lebih dari 20 tahun menekuni naskah dan tata tulis Sunda. Aktif memperkenalkan Aksara Sunda Baku kepada pelajar dan masyarakat umum.