◌ᮩ
Rarangkén · Combining Mark

Rarangkén Paneuleung

eu · U+1BA9 · di atas aksara

Paneuleung mengubah vokal bawaan /a/ menjadi bunyi eu /ɤ/ yang khas bahasa Sunda. Misalnya ka (ᮊ) menjadi keu (ᮊᮩ).

Informasi Singkat

NamaPaneuleung
JenisRarangkén (combining mark)
Fungsieu
PosisiAtas
UnicodeU+1BA9
Kategori UnicodeMark (Mn/Mc)

Fungsi & Penggunaan

Mengubah vokal bawaan /a/ menjadi /ɤ/ (eu). Rarangkén ini ditempatkan di atas aksara.

Tanda gabung, bukan huruf
Rarangkén tidak berdiri sendiri. Ia harus menempel pada aksara ngalagena. Lingkaran bertitik (◌) di atas hanyalah placeholder untuk menampilkan bentuk tandanya.

Contoh Penerapan

Berikut Paneuleung diterapkan pada beberapa aksara ngalagena:

ᮊᮩ keu Ka + Paneuleung
ᮌᮩ geu Ga + Paneuleung
ᮔᮩ neu Na + Paneuleung
ᮞᮩ seu Sa + Paneuleung
ᮙᮩ meu Ma + Paneuleung

Seluruh bentuk di atas dibangun dari aksara dasar ditambah tanda rarangkén — bukan karakter baru.

Unicode & Informasi Teknis

Rarangkén ini adalah combining mark dalam blok Sundanese (U+1B80–U+1BBF), ditambahkan pada Unicode 5.1 (2008).

PropertiNilai
Karakter
CodepointU+1BA9
Desimal7081
Heksadesimal0x1BA9
UTF-8 (hex)E1 AE A9
UTF-16 (hex)1BA9
HTML Entityᮩ
CSS Escape\1BA9
Blok UnicodeSundanese (U+1B80–U+1BBF)
Versi Unicode5.1 (2008)

Catatan Penulisan

Paneuleung mengubah vokal bawaan /a/ menjadi bunyi eu /ɤ/ yang khas bahasa Sunda. Misalnya ka (ᮊ) menjadi keu (ᮊᮩ).

Tentang bentuk tanda
Halaman ini mendokumentasikan bentuk cetak baku. Posisi dan ukuran tanda dapat sedikit berbeda antar font aksara Sunda.

Kesalahan Umum

Perbandingan dengan Karakter Serupa

KarakterBunyi / FungsiDibandingkanBunyi / Fungsi
Paneuleung ᮩMengubah vokal bawaan /a/ menjadi /ɤ/ (eu).Pamepet ᮨMengubah vokal bawaan /a/ menjadi /ə/ (e pepet).
Paneuleung ᮩMengubah vokal bawaan /a/ menjadi /ɤ/ (eu).Panghulu ᮤMengubah vokal bawaan /a/ menjadi /i/.

Dukungan Digital & Font

Karakter Rarangkén Paneuleung memakai Unicode standar (U+1BA9), sehingga dapat disalin ke dokumen, presentasi, dan media sosial tanpa berubah. Yang menentukan apakah ia tampil benar bukanlah peramban, melainkan ketersediaan font aksara Sunda di perangkat pembaca.

Windows / macOS / Linux

Tampil setelah font aksara Sunda dipasang (mis. Noto Sans Sundanese). Tanpa font, muncul kotak atau lingkaran bertitik.

Android

Sebagian besar versi modern mendukung setelah font terpasang; beberapa peranti belum menyertakannya secara bawaan.

Peramban Web

Chrome, Firefox, Safari, dan Edge menampilkan karakter ini dengan benar bila font tersedia, baik terpasang di sistem maupun dimuat sebagai web font.

Font Kompatibel

Noto Sans Sundanese (Google), serta font Sundanese Unicode lain yang mencakup blok U+1B80–U+1BBF.

Latar Sejarah

Aksara Sunda berakar pada aksara Pallawa dari India Selatan, yang menyebar ke Nusantara dan berkembang menjadi aksara Sunda Kuno sejak sekitar abad ke-14. Bentuk yang dipakai hari ini adalah Aksara Sunda Baku, hasil standardisasi yang disepakati Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada 1997 untuk keperluan pendidikan dan pelestarian.

Pada April 2008, aksara Sunda memperoleh blok resmi dalam Unicode (U+1B80–U+1BBF, versi 5.1), sehingga dapat dipakai secara digital di komputer, ponsel, dan web — termasuk di translator situs ini. Kini aksara Sunda diajarkan sebagai muatan lokal di sekolah-sekolah Jawa Barat.

Catatan: latar sejarah ini berlaku untuk sistem aksara secara keseluruhan, bukan riwayat masing-masing karakter secara terpisah.

Karakter Terkait

FAQ

Pertanyaan tentang Paneuleung

Paneuleung mengubah vokal bawaan /a/ menjadi bunyi eu /ɤ/ yang khas bahasa Sunda. Misalnya ka (ᮊ) menjadi keu (ᮊᮩ).

Mengubah vokal bawaan /a/ menjadi /ɤ/ (eu).

Rarangkén Paneuleung ditempatkan di atas aksara.

Kode Unicode-nya U+1BA9 (SUNDANESE VOWEL SIGN PANEULEUNG), sebuah combining mark dalam blok Sundanese.

Rarangkén adalah tanda gabung yang tidak berdiri sendiri. Lingkaran bertitik (◌) adalah placeholder standar Unicode; pada penggunaan nyata, tanda ini menempel pada aksara ngalagena.

Rujukan

Diperbarui: