Aksara Sunda Wa

wa · /wa/ · U+1B9D

Wa menutup kelompok semivokal dan melambangkan luncuran bibir /w/. Bunyinya seperti "w" pada kata "wilujeng".

Informasi Singkat

NamaWa
Latinwa
KategoriAksara Ngalagena
Pelafalan/wa/
UnicodeU+1B9D
Arah TulisKiri ke kanan
Rumpun AksaraBrahmi → Pallawa
StatusDipakai (Aksara Sunda Baku)

Pelafalan

Aksara Wa dibaca wa dengan lambang fonetik /wa/. Sebagai aksara ngalagena, karakter ini sudah membawa vokal bawaan a. Vokalnya baru berubah ketika diberi rarangkén, dan hilang sepenuhnya bila diberi pamaéh.

Sering tertukar
Pemula kerap mengelirukan Wa ᮝ dengan La ᮜ. Wa memiliki lengkung yang lebih membulat dibanding la. Dalam tulisan tangan, jaga agar bagian bawahnya tidak menyempit.

Unicode & Informasi Teknis

Karakter ini berada dalam blok Sundanese (U+1B80–U+1BBF) yang ditambahkan pada Unicode versi 5.1 tahun 2008.

PropertiNilai
Karakter
Nama Unicode SUNDANESE LETTER WA
Codepoint U+1B9D
Desimal 7069
Heksadesimal 0x1B9D
UTF-8 (hex) E1 AE 9D
UTF-16 (hex) 1B9D
HTML Entity ᮝ
CSS Escape \1B9D
Blok Unicode Sundanese (U+1B80–U+1BBF)
Versi Unicode 5.1 (2008)
Dukungan Font Perlu font aksara Sunda seperti Noto Sans Sundanese

Catatan Penulisan

Wa memiliki lengkung yang lebih membulat dibanding la. Dalam tulisan tangan, jaga agar bagian bawahnya tidak menyempit.

Tentang bentuk huruf
Halaman ini mendokumentasikan bentuk cetak baku yang dipakai dalam teks digital. Gaya tulisan tangan dapat berbeda antar bahan ajar dan antar penulis.

Kombinasi dengan Rarangkén

Vokal bawaan a pada Wa berubah ketika diberi rarangkén. Berikut hasilnya:

ᮝᮤ wi Panghulu
ᮝᮥ wu Panyuku
ᮝᮦ Panéléng
ᮝᮧ wo Panolong
ᮝᮨ we Pamepet
ᮝᮩ weu Paneuleung

Rarangkén penutup suku kata menambahkan konsonan di akhir:

ᮝᮀ wang Panyecek
ᮝᮁ war Panglayar
ᮝᮂ wah Pangwisad
ᮝ᮪ w Pamaéh

Seluruh kombinasi di atas dibentuk dari karakter dasar ditambah tanda rarangkén, bukan karakter baru. Pelajari fungsinya satu per satu di panduan rarangkén lengkap.

Contoh Kata

Kata-kata berikut diambil dari kamus aksara Sunda dan memakai karakter ini.

Bahasa SundaAksaraBahasa Indonesia
wilujeng sumping selamat datang
wilujeng énjing selamat pagi
wilujeng wengi selamat malam
salawe dua puluh lima
kulawu abu-abu
leuweung hutan
walungan sungai

Tulisan aksara pada tabel dihasilkan oleh mesin transliterasi situs ini, sehingga selalu konsisten dengan hasil translator.

Penggunaan Digital

Karena memakai Unicode standar, karakter Wa dapat disalin ke dokumen, presentasi, dan media sosial tanpa berubah bentuk. Yang menentukan tampil atau tidaknya bukan peramban, melainkan ketersediaan font aksara Sunda di perangkat pembaca.

Cara tercepat menghasilkan karakter ini adalah mengetik wa di translator, atau memilihnya langsung di keyboard virtual. Panduan pemasangan font tersedia di artikel instalasi font.

Tips Menghafal

Kesalahan Umum

Perbandingan dengan Karakter Serupa

KarakterBunyi / FungsiDibandingkanBunyi / Fungsi
Wa ᮝ/wa/La ᮜ/la/
Wa ᮝ/wa/Ya ᮚ/ja/
Wa ᮝ/wa/Ra ᮛ/ra/

Kata dari Kamus

Kata-kata terverifikasi dari kamus aksara Sunda yang memuat karakter ini:

SundaAksaraIndonesia
wilujeng sumpingselamat datang
wilujeng énjingselamat pagi
wilujeng wengiselamat malam
salawedua puluh lima
kulawuabu-abu
leuweunghutan
walungansungai

Tulisan aksara dihasilkan oleh mesin transliterasi situs ini, konsisten dengan translator.

Dukungan Digital & Font

Karakter Aksara Wa memakai Unicode standar (U+1B9D), sehingga dapat disalin ke dokumen, presentasi, dan media sosial tanpa berubah. Yang menentukan apakah ia tampil benar bukanlah peramban, melainkan ketersediaan font aksara Sunda di perangkat pembaca.

Windows / macOS / Linux

Tampil setelah font aksara Sunda dipasang (mis. Noto Sans Sundanese). Tanpa font, muncul kotak atau lingkaran bertitik.

Android

Sebagian besar versi modern mendukung setelah font terpasang; beberapa peranti belum menyertakannya secara bawaan.

Peramban Web

Chrome, Firefox, Safari, dan Edge menampilkan karakter ini dengan benar bila font tersedia, baik terpasang di sistem maupun dimuat sebagai web font.

Font Kompatibel

Noto Sans Sundanese (Google), serta font Sundanese Unicode lain yang mencakup blok U+1B80–U+1BBF.

Latar Sejarah

Aksara Sunda berakar pada aksara Pallawa dari India Selatan, yang menyebar ke Nusantara dan berkembang menjadi aksara Sunda Kuno sejak sekitar abad ke-14. Bentuk yang dipakai hari ini adalah Aksara Sunda Baku, hasil standardisasi yang dirumuskan melalui Lokakarya Aksara Sunda 1997 dan ditetapkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada 1999 untuk keperluan pendidikan dan pelestarian.

Pada April 2008, aksara Sunda memperoleh blok resmi dalam Unicode (U+1B80–U+1BBF, versi 5.1), sehingga dapat dipakai secara digital di komputer, ponsel, dan web — termasuk di translator situs ini. Kini aksara Sunda diajarkan sebagai muatan lokal di sekolah-sekolah Jawa Barat.

Catatan: latar sejarah ini berlaku untuk sistem aksara secara keseluruhan, bukan riwayat masing-masing karakter secara terpisah.

Karakter Terkait

FAQ

Pertanyaan tentang Aksara Wa

Wa menutup kelompok semivokal dan melambangkan luncuran bibir /w/. Bunyinya seperti "w" pada kata "wilujeng".

Aksara Wa dibaca "wa" dengan lambang fonetik /wa/. Seperti aksara ngalagena lainnya, karakter ini membawa vokal bawaan a.

Kode Unicode-nya adalah U+1B9D (SUNDANESE LETTER WA), berada dalam blok Sundanese U+1B80 sampai U+1BBF.

Ketik "wa" pada translator aksara Sunda, atau pilih langsung karakternya di keyboard virtual. Kamu juga bisa menyalinnya dari halaman ini.

Perangkatmu belum memiliki font aksara Sunda. Pasang font Noto Sans Sundanese agar karakter tampil dengan benar.

Wa memiliki lengkung yang lebih membulat dibanding la. Dalam tulisan tangan, jaga agar bagian bawahnya tidak menyempit.

Rujukan

Diperbarui: