Perbedaan Aksara Sunda dan Aksara Jawa: 7 Hal yang Membedakan

Banyak orang mengira aksara Sunda dan aksara Jawa itu sama. Bentuknya memang mirip, tapi keduanya sistem tulisan yang berbeda, dengan aturan yang tidak bisa saling ditukar.

Kemiripan itu ada alasannya: keduanya bersaudara. Tapi begitu kamu tahu titik-titik pembedanya, kamu tidak akan tertukar lagi. Mari kita bandingkan.

Kenapa Keduanya Terlihat Mirip?

Sebelum membahas beda, penting paham kenapa mirip. Aksara Sunda dan Jawa sama-sama keturunan aksara Brahmi dari India, lewat jalur Pallawa lalu Kawi.

Karena satu nenek moyang, keduanya mewarisi sistem yang sama: abugida, di mana tiap konsonan membawa vokal "a" dan diubah dengan sandangan. Asal-usul ini kami bahas di artikel asal aksara Sunda.

Jadi kemiripan bukan kebetulan, melainkan warisan keluarga. Namun setelah berabad-abad berkembang sendiri-sendiri, masing-masing punya ciri yang jelas berbeda.

Aksara Sunda "ka" — geometris Aksara Jawa "ka" — membulat
Bunyi "ka" yang sama, bentuk berbeda: Sunda lebih geometris, Jawa lebih membulat.

1. Asal Daerah dan Bahasa

Aksara Sunda berasal dari tanah Sunda, meliputi Jawa Barat, Banten, dan sebagian Jakarta. Ia dipakai untuk menulis bahasa Sunda, dan dibakukan pada 1997.

Aksara Jawa berasal dari Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Yogyakarta, dipakai untuk bahasa Jawa. Versi modernnya berkembang dari Kawi dan distandarkan pada awal abad ke-20.

2. Sebutan: Kaganga vs Hanacaraka

Aksara Sunda sering disebut "kaganga", diambil dari tiga aksara pertamanya: ka, ga, nga. Sebutan ini langsung menunjukkan urutan dasarnya.

Aksara Jawa disebut "hanacaraka", dari lima aksara pertamanya: ha, na, ca, ra, ka. Nama ini bahkan terhubung dengan legenda Aji Saka yang terkenal.

3. Bentuk Huruf

Di sinilah mata terlatih bisa langsung membedakan. Aksara Sunda cenderung tegak dan geometris, dengan garis lurus dan lengkung sederhana.

Aksara Jawa lebih membulat dan mengalir, dengan lengkung yang lebih rumit. Bandingkan beberapa aksara yang bunyinya sama:

BunyiAksara SundaAksara Jawa
ka
ga
na
ma
sa

4. Vokal Khas

Aksara Sunda punya vokal "eu" (ᮉ) yang tidak ada di bahasa Jawa. Bunyi inilah yang membuat kata seperti "geulis" dan "leuweung" terasa sangat Sunda.

Sebaliknya, aksara Jawa punya taling-tarung untuk diftong tertentu yang tidak punya padanan langsung di Sunda. Masing-masing menyesuaikan bahasanya sendiri.

5. Konsonan Mati: Pamaéh vs Pasangan

Inilah perbedaan paling teknis sekaligus paling menentukan. Keduanya menangani konsonan mati dengan cara berbeda.

Aksara Jawa memakai sistem pasangan. Saat satu konsonan bertemu konsonan lain, aksara kedua ditulis dalam bentuk khusus di bawah yang pertama. Sistem ini menambah banyak bentuk yang harus dihafal.

Aksara Sunda tidak punya pasangan. Konsonan mati cukup ditandai pamaéh (◌᮪). Lebih sedikit yang perlu dihafal, dan inilah salah satu alasan aksara Sunda lebih ramah pemula.

6. Sistem Angka

Keduanya punya angka tradisional dengan pembatas masing-masing. Aksara Sunda mengapit angka dengan tanda pipa, sedangkan aksara Jawa memakai tanda pada pangkat.

Sebagai contoh, angka satu ditulis ᮱ dalam aksara Sunda dan ꧑ dalam aksara Jawa. Cara penulisan angka Sunda kami bahas di artikel angka aksara Sunda.

7. Tingkat Kesulitan

Untuk pemula, aksara Sunda umumnya lebih cepat dikuasai. Jumlah aksara dasarnya lebih sedikit dan tidak ada sistem pasangan yang rumit.

Aturannya pun lebih konsisten dengan sedikit pengecualian. Ini bukan berarti aksara Jawa lebih buruk, hanya berbeda tingkat kerumitannya.

Tabel Ringkasan Perbedaan

AspekAksara SundaAksara Jawa
SebutanKagangaHanacaraka
DaerahJawa Barat, BantenJateng, Jatim, DIY
Bentuk hurufGeometris, tegakMembulat, mengalir
Vokal khaseutaling-tarung
Konsonan matipamaéhpasangan
Standar modern1997awal abad ke-20
Kesulitanlebih sederhanalebih kompleks

Bisakah Saling Membaca?

Singkatnya, tidak secara langsung. Orang yang hanya belajar aksara Sunda tidak bisa membaca aksara Jawa begitu saja, dan sebaliknya.

Meski beberapa bentuk mirip, banyak aksara yang berbeda, ditambah aturan pasangan dan pamaéh yang tidak sama. Tapi kabar baiknya, kalau kamu sudah mahir satu, mempelajari yang lain jadi lebih cepat karena prinsip abugidanya sama.

Mulai Belajar Aksara Sunda

Kalau kamu memutuskan mendalami aksara Sunda lebih dulu, mulai dari yang paling dasar. Buka panduan aksara lengkap untuk mengenal bentuk hurufnya.

Lalu coba langsung di converter aksara Sunda, atau pelajari fondasinya lewat tulisan aksara Sunda untuk pemula.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa perbedaan utama aksara Sunda dan aksara Jawa?

Perbedaan utamanya ada pada bentuk huruf (Sunda lebih geometris, Jawa lebih membulat), vokal khas (Sunda punya "eu"), dan cara menangani konsonan mati (Sunda pakai pamaéh, Jawa pakai pasangan).

Apakah aksara Sunda dan Jawa berasal dari sumber yang sama?

Ya. Keduanya sama-sama turunan aksara Brahmi dari India melalui aksara Pallawa dan Kawi, sehingga bentuknya mirip.

Mana yang lebih mudah dipelajari?

Aksara Sunda umumnya lebih mudah bagi pemula karena jumlah aksara dasarnya lebih sedikit dan tidak ada sistem pasangan yang rumit seperti aksara Jawa.

Apakah orang Sunda bisa membaca aksara Jawa?

Tidak secara langsung. Meski beberapa bentuk mirip, banyak aksara dan aturan yang berbeda. Namun menguasai salah satu mempermudah mempelajari yang lain.

Coba Converter Aksara Sunda Gratis

Ketik teks Latin atau bahasa Sunda, dapatkan hasil aksara Sunda secara instan. Bisa juga sebaliknya — aksara Sunda ke Latin.

Buka Converter
Ditulis oleh

Aki Dadang Suryana

Pegiat dan pengajar aksara Sunda yang telah lebih dari 20 tahun menekuni naskah dan tata tulis Sunda. Aktif memperkenalkan Aksara Sunda Baku kepada pelajar dan masyarakat umum.